Guratan Hati & Jiwa

JanGaN LeBaYyyY….

Posted by: Dak Do Gawe on: 2 April 2009

Pepatah basi tapi masih lakuu,,, eehhh judul sudah jiplakk,,, isinya jangan donk :d, ok dech gue makek nyang ini aje, Don’t judge the book from the cover !!! tau artinye pak ?? kagak :d … pokoknya nyang baca tulisan ini Insya Allah orang pinter-pinter dech. Ya kan? ya doonk !!! bener kan ? bener donk !!! pasti dech tau artinya ? emang artinya apaan pak ? gubraaaagghhh,,, sudah jangan banyak tanya, gue mao nulis nich….

Ntu pepatah gue tujukan terang-terangan buat seseorang yang jauh disana, yang nulis SMS begini ;

antum klo lagi nnton gossip,snetron n yg norak2 laenny trus kjbak org lain jgn ngaku2 kenal ane ya. MALU. tdr cpt ah, biar bisa ql. bye

aneh ya, jaman sekarang setiap orangkan punya kacamata sendiri dalam menilai sesuatu, apa yang dia saksikan atau yang dia lihat, niatnya untuk apa. gue terus terang, suka yang nyeleneh2, klo lagi gak mood ngapa2in, gue sering nyetel acara2 gila en norak, seperti TERMEHEK-MEHEK, Kontak Jodoh, CLBK, Pacar Pertama dan acara gila plus norak sebangsa mereka. trus sinetron seperti Muslimah (jijik gua, tapi kok diliat pak ?? :d), Hareem (jijik jugaaaa….) dan yang paling OK karena Pak Habibie juga ikut nonton, yaitu Sinetron Cinta Fitri.

Jujur, gue nonton ntu acara-acara buat nyari ide yang bisa dituangkan dalam tulisan, dan mengamati sejauh apa parahnya generasi muda negeri ini, sejauh apa propaganda Yahudi melakukan Black Campaign terhadap paham-pahamnya. jadi jangan lebayyy langsung gegabah menilai. setiap orang yang memiliki unsur kognitif tersendiri dalam hal pengetahuan, pemahaman, analisis, sintesis dan evaluasi… (ngomong apa sich gue?). jadi tidak mungkin setiap orang memiliki field yang sama dalam hal mencari ide untuk berkarya, it’s so impossible.

Jujur lagi nich, ntu acara tidak melulu gue pantengin saban malem. wong Tv gue ntu Tv Tunner, jadi ya klo nggak mud ngadep komputer, ya tak stel TV, mau acara apa ajha tinggal tonton, dan setelah itu tinggal bagaimana menyikapi hasil dari yang kita tonton tersebut. nonton TV jangan cuma untuk bilang ” eehh seru ya film tadi malem,,, bla,,,bla,,,bla… ” kerjaan ibu2 nich diwarung, ada baiknya setelah maupun ketika menonton kita sambil menganalisa pesan ini film apakah ada agenda-agenda tertentu didalamnya atau tidak. Dan rata-rata film yang gue tonton, kebanyakan agenda-agenda Jewish disana, memang tidak secara frontal tetapi melalui “cuci otak” sang penonton.

Sepertinya temen gue ntu, kudu bedain. antara orang pinter yang lagi nonton en orang bodoh yang lagi nonton. ibarat kate nich ye seperti dalam sebuah hikayat, yang berisi cerita tentang Tidurnya orang berilmu dengan Sholatnya orang Bodoh. dah yaa,,, jelasss kan…. Jangan Lebayyy….. :buttrock: piss Yoow buk :d … hihihi…

Ikhwan Jaim ? Kelaut aje lu… depan akhwat imut belakang akhwat amit-amit… klik disini sebuah sejarah membuktikan, hampir ajha pengen gue jadiin figure :p … dahh ahhh,,, belum tentu kedepannya gue nggak kayak dia… banyak2 istighfar ajha ketika keliru… Ok Lik ?? Life Is Beautiful …

Ukhuwah dan Kepedulian

Posted by: Dak Do Gawe on: 2 April 2009

Gue terima dikenal dengan orang yang keras dan tidak pernah memahami perasaan akhwat bila sedang bicara dan mengkritisi, gue terima itu. Tapi apakah mereka tidak tahu kenapa gue begitu keras terhadap mereka. Silakan marah, silakan benci, it’s no problem for me, karena bukan wajah kalian yang aku rindui, tapi wajah Rabb-ku.

Saban hari, dari waktu ke waktu, setiap ada kegiatan, para akhwat yang mengaku kader dakwah ini, selalu teriak kepada ikhwan ketika mereka mendapat mandate/amanah untuk membuat kegiatan. Dari hal yang besar sampai yang sepele sekalipun, ikhwan selalu jadi andalan. Sudah begitu jauh mereka mengandalkan ikhwan, hingga mereka tidak tahu, apakah saudaranya itu sudah makan atau belum, letih atau tidak, perkuliahannya baik atau tidak, tugas kuliah sudah dibuat atau tidak. Pokoknya SMS kader-kader dakwah manja ini akan terus menghiasa HP ikhwan.

Siapakah yang disalahkan dalam hal ini, akhwat atau ikhwannya sendiri ?. pertama Ikhwan, begitu sang akhwat “mewek” meminta bantuan langsung dihadapan mereka, si ikhwan yang entah apa saat itu isi pikirannya, langsung saja menerima peralatan yang diberikan oleh sang akhwat. Gue marah, dan sangat marah dengan hal ini,
Karena pada saat itu saudaraku ini membawa bungkusan dari seorang akhwat katanya, dia bilang tolong tempelkan kertas untuk spanduk sebuah acara. Gua Tanya, kenapa Cuma seperti ini saja harus ikhwan yang mengerjakannya ? apakah tidak bisa mereka mengerjakan sendiri, ada berapa orang dalam kos-kosan mereka itu, itulah kata yang kuucapkan kepada saudaraku seorang ikhwan, dan dia hanya bisa menjawab, “afwan akh, ana tak sanggup menolaknya”, what the hell with this words, hah ?? mereka tidak sadar bahwa secara tidak langsung telah mencetak kader-kader akhwat yang manja, tidak militant selalu menaruh ketergantungan. Hingga salah seorang ikhwan yang sudah berada dikampungnya pun juga diteror oleh para akhwat agar membantu menyukseskan acara mereka – Muslimah Leadership Training – pada periode ini.

Padahal ikhwan yang dikampung tersebut sedang istirahat, karena ketika kader yang lain pulang kampong dia sendiri yang tidak, karena begitu banyak amanah yang mengalir tanpa henti kepadanya, ana mencintai antum akh !!! , amanah dari orang-orang yang tak punya perasaan, selalu membawa tameng ukhuwah dan dakwah, tanpa tau kondisi sebenernya yang dialami sang ikhwan. Inikah ukhuwah itu ???, dimana 3 T itu, Ta’aruf, Tafahum dan Takafful ???.

Ikhwan yang kelewat polos ini, selalu saja mengatakan “IYA” ketika akhwat butuh bantuan dia, sangat sulit bibirnya mengatakan “Tidak”, tanpa dia sadari ada hal yang lebih urgent dari kegiatan akhwat tersebut, padahal bila dirunut dalam hal profesionalitas, pekerjaan akhwat ya memang harus akhwat yang mengerjakannya. Padahal yang mereka pintakan tolong ini bukanlah pekerjaan berat. Dimana letak kebersamaan antar sesame akhwat disana ?, sementara untuk hal sepele masih saja ikhwan dilibatkan, bahkan ikhwan yang dikampungpun mereka repotkan, dimana hati dan otakmu ukhti ?.

Berkacalah pada akhwat UNJA, mereka tidak pernah merepotkan ikhwannya, besar mana kampus kita dengan mereka, akhwat Unja itu semuanya mereka kerjakan sendiri, kita bisa lihat kualitas kader akhwat Unja itu, semua militan dan mandiri. Mereka terbiasa berjuang sendiri menyelesaikan masalah dan melaksanakan kegiatan yang besar maupun yang terkecil.

Tidak Malu Dengan Akhwat “Junior” [Baru], ukh ?

Pertanyaan ini wajar gue keluarin buat mereka – kader akhwat manja ini – bila hal ini dilihat oleh mereka, maka secara tidak langsung mereka akan mencontoh kalian, ukh ? mereka pasti membatin, “ ahh klo pekerjaan mentok kan bisa teriak ke Ikhwan “, sopan banget kan ?, bagaimana kita bisa melahirkan generasi yang berkualitas, kalau kita sudah memberi contoh yang salah kepada mereka.

Perlu diingat, apakah kelak, ikhwan dimasa yang akan datang sama dengan ikhwan yang sekarang. Gue ini keras ukh, bukan untuk apa-apa, karena ini bukti cinta dan kepedulian gue terhadap saudari-saudari gue. Begitu banyak kesalahan yang gue lihat sepanjang perjalanan kita dibarisan dakwah ini.

Muwashofat Dakwah, pada point Harisun ála Waqtihi siapa yang paling sering membangkel, ini kebiasaan kalian, selalu telat, dan dengan manis kalian hanya bisa bilang “afwan akh, ana telat” BOSAN banget dengernya. Gue kalo masalah waktu, gue orang yang nomor satu mematuhinya, karena ia adalah pedang yang akan siap siaga memenggal kita.

Hilangkan sifat manja kalian, agar generasi kedepan benar-benar militant dan akhwat yang tangguh, mereka bisa menyelesaikan segala problem-problemnya sendiri, tanpa campur tangan ikhwan, namun bila ada yang melecehkan harga diri kalian, baru teriakin ini Ikhwan semua. Kami siap dengan segala daya dan upaya untuk membela kalian. Tapi kalo untuk masalah kecil, kami sudah diteriaki, maka disini ada unsure human error-nya, alias “macet”.

Afwan jiddan, bila antunna tersinggung, tapi gue lebih tersinggung dan terluka ketika melihat seorang kader dakwah yang teraniaya tanpa kalian sadari. Semoga Allah Azza Wa Jalla memudahkan segala urusannya. Buat antunna semua mulai sekarang Keep Fight, karena jangan coba-coba teriak ke ikhwan untuk hal yang sepele. INGAT ITU !!! alih-alih mati syahid, ehh malah mati konyol ( Low Quality ), Na’udzubillah. Hanya ini jalan satu-satunya buat gue membuktikan rasa ukhuwah dan kepedulian terhadap semua saudara gue di jalan dakwah ini. salah kata, mohon dikritik. Wallahu a’lam

Maakkk Nyezzz,,,, disuntik euyyy

Posted by: Dak Do Gawe on: 1 April 2009

Gara-gara ujan-ujanan, dibawah pohon buah kemang, alergi ku kumat, selama 3 hari aku gatel-gatel seluruh tubuh, nggak bisa tidur, muka bengep karena bengkak, tangan segede gajah, kaki begitu juga, pokoknya semua yang ada didalam tubuhku ini terasa tebal banget kulitnya. Garuk sana garuk sini.

3 hari nahan, akhirnya gue nggak sanggup lagi, Allah SWT nyuruh gue ikhtiar ke dokter, karena gue Cuma bermodal ikhtiar, Allah Azza Wa Jalla pasti nyembuhin gue, tapi ikhtiar hanya dengan kalimat I’tiqodi, tanpa tindakan sepertinya sia-sia. Akhirnya gue pergi juga ke dokter yang buka praktek deket rumah.

Hmmm…. Setelah habis diwawancarai, gue disuruh naek ke atas kasur oleh si Suster, waddooohhh,,, beneran ditempat itu nggak ada suster, bidan ato apalah namanya yang berjenis kaum lelaki. Sebagai cowok yang sudah faham tarbiyah, gue tau ntu dilarang, tapi gimana lagi gue udah nggak tahan, dengan terpaksa gue naik juga ke ntu kasur, si suster bilang “Mas buka celananya !!!” – jangan ngeres lho – gue buka terus tengkurep, dan dengan membaca bismillah sang suster yang juga memakai jilbab mini itu menusukkan “senjata”-nya. Eeehhhgghhh… gue Cuma bisa ngeluh sedikit dan beristighfar, Ighfirliy ya Rabb. Terdesak sich Photobucket.

Akhirnya, setelah suntik dan minum obat, Allah Azza Wa Jalla menunjukkan kuasa-Nya. Sembuh juga gue akhirnya, padahal gue kira bakal gimana githuuu… abis temen-temen sekelas pada ketawa, ngeliat muka gue yang tebalnya setebal apa githu, ditambah lagi gua garuk sana garuk sini. Sampe seorang akhwat dikelas ikut ngetawain juga…. Uugghhh awas dech semua…. Pak Dokter, lain kali sediain Bidan Cowok yaaa, mana tau saya sakit lagi… hihihi senyum . Sobek juga dua puluh rebu.

Ada Apa Dengamu As.Roma

Posted by: Dak Do Gawe on: 1 April 2009

Dari forum Romanisti {Tifosi As.Roma} satu dan yang lain, gue banyak nemuin keluhan para Romanisti , karena performa klub yang terus menurun, awal musim yang jeblok, pertengahan musim mulai merangsek naik ke papan tengah, namun kembali terseok-seok untuk menuju klasemen Papan atas.

As.Roma selama 3 musim berturut-turut menjadi Runner-Up Liga Italia, kini harus terima kenyataan bahwa akan sangat berat untuk mencapai kesana, setelah gugur di Coppa Italia dan terakhir di Liga Champions kalah dari Arsenal melalu drama adu pinalti yang sangat dramatis. Tendangan Tonneto yang melenceng membubarkan asa terakhir para Tifosi As.Roma disuluruh dunia.

Kini harapan satu-satunya adalah meraih peringkat 4 besar klasemen Liga Italia Serie-A, hanya itu asa terakhir para tifosi, agar As.Roma masih bisa mengikuti pagelaran liga Champions musim 2010-2011. Inkonsistensinya penampilan As.Roma dikarenakan banyaknya para pemaian inti yang cedera, sehingga pemain-pemaian cadangan minim jam terbang harus menggantikan mereka. Sehingga kesan nervouse begitu terlihat ketika dilapangan.

PR besar untuk As.Roma untuk musim depan adalah belanja pemain muda bermutu, guna merangsek prestasi As.Roma seperti musim 2000-2001, ketika Trisula maut, Batistuta – Montella – Totti mengisi lapangan. Kesolidan tim harus terus dibangun agar kejayaan itu kembali. Teruslah berjuang Srigala ku. Harapan Itu Masih Ada !!! Inget Nomor 8, Lhohhh ??…

My ROma

As.Roma

As.Roma

Dijalan Dakwah, Maka Srigala itu Semakin Jelas

Posted by: Dak Do Gawe on: 1 April 2009

Ini adalah sebuah bukti, bahwa LDK Kampus ku sangat diperhatikan oleh sebagian pihak civitas akademika IAIN STS Jambi. LDK Al Uswah yang baru berusia 5 tahun, sudah sangat ditakuti eksistensinya oleh kalangan mahasiswa dan petinggi kampus.

Para petinggi kampus yang sebagian memiliki latar belakang politik yang bertentangan dengan nilai-nilai dakwah, pasti langsung paranoid terhadap eksistensi organisasi ini. PKS selalu dikait-kaitkan dengan kami, tanpa bertanya,sang Rektor dan Purek III begitu gegabah mencurigai organisasi ini sebagai sayap sebuah partai.

Tidak bias dipungkiri, LDK adalah sebuah organisasi yang memberi warna Islam terhadap segala aktifitas mahasiswa dikampus tercinta ini. Para Kadernya Insya Allah terus menjaga ruh IAIN sebagai institusi Islam.

Kami LDK, siap menjalankan Visi dan Misi IAIN itu. tantangan sudah kami dapatkan dari organisasi intra yang lain, tapi kenapa kami harus mendapat tantangan dari orang-orang yang kami butuh pencerahan dari mereka, bila kami tersalah jalan.

Wahai Ayahanda, dimana kesalahan kami, tolong tunjukkan kepada kami kebenaran yang engkau inginkan. Ayahanda kami hanya bekerja dan bertindak sesuai dengan Visi dan Misi kampus kita tercinta. Tunjukkan duhai Ayahanda dimana kesalahan kami itu. Kami Minta Maaf.

Wahai Bunda PR III tercinta, kenapa Bunda marah kepada kami. Apa salah kami yang sebenarnya ? adakah kami tidak sejalan dengan Visi dan Misi IAIN ?. Ajari kami duhai Bunda, untuk menapaki jalan kebenaran yang bunda inginkan. Izinkan kami terus menebar Cahaya Ilahi dikampus ini. Ya Allah pertemukanlah Jiwa dan Hati kami kepada para pemimpin kami dalam tali iman dan Islam. agar dakwah ini tetap terjaga selamanya.

Wahai kader dakwah di lingkungan IAIN, ubah frame pemikiran kalian, jangan bangga dengan latar belakang politik kalian, ingat Politik adalah bagian terkecil dari Tarbiyah, maka utamakanlah nilai-nilai Islam dengan tarbiyahnya sebagai nilai gerak kita.

Wahai kalian para mahasiswa penghasut !!!. Apa kehendak kalian sebenarnya ?, kami ikhlas kalian menguasai kampus ini, tapi jangan coba-coba kalian secara terang-terangan menyerang kami. Ingatlah balasan Allah SWT sangat pedih dan tak terperi. Bertaubatlah kalian selagi masih berhembus. Buang jauh-jauh kejumudan kalian. Jangan kalian ikat leher kalian sendiri, sehingga pikiran kalian menjadi sempit dan tidak terbuka. Jangan sampai Allah SWT benar-benar membutakan mata hati kalian sehingga kalian benar-benar tidak bisa melihat yang benar itu benar, yang bathil itu bathil.

Maka saksikanlah, bila penolong kalian adalah para manusia-manusia berwatak kerdil, maka penolong kami adalah Rabb kami, yang senantiasa ada untuk kami yang berjalan diatas hokum-Nya. Sungguh ya Allah, saksikanlah bahwa kami yang berjalan diatas jalan-Mu, begitu dibenci, lalu dicaci dan dihina, bahkan kami akan segera dibubarkan. Maka saksikanla ya Rabb, ini dada kami, ini fikiran kami, Engkaulah Tujuan kami, Rasul-Mu adalah tauladan kami, Al-Qur’an adalah pedoman kami, Jihad ini telah kami jalankan ya Rabb, maka mati dijalan-Mu lah cita-cinta tertinggi kami. Allahu Akbar.

Pensi I’m in Love

Posted by: Dak Do Gawe on: 31 Maret 2009

Hari itu Arya bangun pagi-pagi banget, karena disekolah akan diadakan Pensi (Pentas Seni) Perpisahan siswa kelas 3 di SMP Arjuna Sakti, Arya tidak sabar ingin melihat penampilan cewek pujaannya tampil diatas catwalk or panggung dalam kategori fashion Show en teater.

Arya sendiri akan tampil dalam kelas paduan suara, hari itu dia tampil sangat necis, celana hitam, baju putih rompi batik coklat, dipadu dengan orangnya yang hitaaaaam….. manis, pas banget. Sepanjang jalan dari lorong rumahnya Arya berjalan dengan penuh percaya diri. Dada terbusung, mata lurus menatap kedepan, sehingga ada yang memanggilpun Arya sudah tidak dengar lagi. Ibarat kata, anjing menggonggong kafilah berlari, yaaa.. selain menggonggong itu anjing juga ikut ngejar. Hehe garink…
Arya bengong percis sapi ompong didepan lorong dari arah rumahnya, dia menunggu sesuatu yang senantiasa menjemputnya setiap akan berangkat kesekolah. Sangat setia menjemput Arya tepat waktu. Saking mewahnya, sopir yang menjemput Arya selalu berganti-ganti dan melayani Arya dengan baik. Akhirnya jemputan Arya pun mendekat.

“ Naik mas “ seru si sopir.

“ Kawat kan pak ?” Tanya si Arya, “ maaf mas ini bukan Kawat, tapi angkot “ jawab si sopir becanda.

“ idiih si bapak, udah bau tanah masih bisa becanda juga, maksudnya jurusan Simpang Kawat bukan ?,,, hehehe “ canda si Arya. “ Iya boy, sudah naik aja “ celetuk si kernet yang sok gaul, padahal udah tua juga githu.

Akhirnya si Arya naik juga dengan terpaksa kedalam angkot, dia harus terima kenyataan kalo angkot yang kali ini hadir dihadapannya adalah angkot odong-odong, boleh dibilang angkot itu seperti orang yang hidup segan mati tak mau alias dibuang sayang, dijual ? gak ada yang mau. hihi.

Di Jambi itu ya, kalo menurut gue, adalah sebuah kota yang memiliki angkot yang bagus-bagus dibanding kota besar yang lain, kalo anak muda Kota Jambi nyebutnya dengan sebutan angkot rekor. Kalo sudah masuk kedalam angkot rekor itu, anda angkat dijamu oleh kernet yang bergaya ala harajuku, sampe dalem anda akan merasa seperti didalam discotic. Musik-musik aliran DJ Funk akan menghiasi perjalanan anda. Anda senang atau tidak yang jelas sopir tidak mau tau.

Tapi, kasian si Arya, saking semangat pengen ketemu his honey, his boney, his sweety, dia rela naik angkot odong-odong. Pikirnya, yang penting bisa cepet ngeliat Sarah. Siapa tuh Sarah ? siapa lagi kalo bukan gadis pujaannya. Hingga beberapa menit Arya hanya bisa menahan nafas, karena bau amis angkot bekas ngangkut penumpang ibu-ibu penjual sayur dari pasar Angso Duo. Jadi sisa-sisa bau ikan masih terasa dimobil.

Gak matching banget, sudah puoolll bergaya, ehhh dapat angkot yang super duper ancur, dibanding wajah si Arya mungkin sama ancurnya dengan tu angkot. Hihi.. tapi sebenernya Arya ini lumayan manis lho, kalo liat bintang Bolywood si Shah Rukh Khan, coba dech bandingkan kedua photo orang tersebut, maka akan terlihat antara Shah Rukh Khan dengan si Arya pasti ibarat pinang dibelah kampak, yang satu bagus yang satu ancur. Hihihi.

“ eehh dek, sebenernya mau turun dimana sich ?” Tanya si sopir

“ Kawat, Pak !” jawab Arya polos

“ Sudah kelewatan jauuhh, kaleee’ “ jawab si Sopir sok gaul.

“ loh, bapak kok gak bilang-bilang sich, kalo mau ngajak saya jalan-jalan ?” Tanya si Arya berlagak pilon.

“ Siapa juga yang mau ngajak kamiu jalan-jalan, dari tadi bapak liatin kamu bengong sambil senyum-senyum sendiri, kalo bukan karena pakaian kamu yang begitu rapih sudah bapak bawa ni mobil ke Rumah Sakit Jiwa “ sewot si Sopir

“ Loh, kenapa mobil dibawa rumah sakit jiwa pak, dibawa kebengkel ajha, udah parah ini juga “ ledek si Arya bego.

“ Weyy, ngeledek ni anak, bapak mau ngantar kamu ke Rumah Sakit Jiwa tauk, dari tadi senyum-senyum sendiri “.

Dasar si Arya, ni anak udah wajah pas-pasan, bocornya nggak ketulungan. Di dalam angkot matanya melek, tapi pikirannya sudah pengen banget bertemu dengan si Sarah sang bidadari dan berkhayal kemana-mana. Pantes di kira gila sama si Sopir. Jangan-jangan die lagi berkhayal yang jorok-jorok lagi ?, eh becanda, Arya itu anaknya baik hati, baik budi, baik yanto maupun dia sama-sama baik. Apaan coba ?.

Akhirnya dengan hati yang ikhlas Arya pun ikut raon angkot yang sudah dimakan usia itu. Kapan lagi gue bisa jalan-jalan dalam pikiran si Arya, masih pagi ini juga.

  • **

Dirumah Sarah terdengar gaduhan, mesin mobil yang lagi dipanasin, Lagu batak Melayu Deli bersenandung, dan suara Sarah yang seksi teriak-teriak nyariin kaos kakinya yang ilang satu. Belum lagi stocking nya yang entah kemana.

“ Maaa……. Kaos kaki Sarah satu lagi mana ?” teriak si Sarah ke Mamanya

“ Lohh ? tadi dia nyariin kamu juga tuuh !” ledek Mamanya
“ Iiicchh Mama, orang serius juga, malah diledekin.” Jawab Sarah manja.

“ Coba cari baek-baek, kali ajha dibawa tikus, hehe “ ledek Mamanya lagi.

“ Iiicchh,,, Mama ngeselin.” Rajuk si Sarah.

Akhirnya Sarahpun bangkit dari keterpurukannya, halaaahh. Dia berinisiatif keliling gudang rumahnya, tempat rak sepatu tempat biasa dia tarok sepatunya, ya iyyaa lah, emang dimana lagi?. Sarah diem-diem percaya juga sama perkataan Mamanya, jangan-jangan itu kaos kaki beneran dibawa ama tikus. Karena gambar kaos kakinya Minnie Mouse, Sarah takut nanti Micky Mouse datang menjemput. Hihi.

Sarah kaget bukan kelapang eehh kepalang, ternyata itu kaos kaki emang sedang dimainin ama si Micky hewan peliharaannya yang lincah seperti si Sarah. Tapi ini bukan Micky yang ada di pilem kartoon Disney milik orang-orang zionis yahudi. Tapi Micky, si kucing peliharaan si Sarah.

“ Saraahh,,, buruan sudah siang nich, Papa mau berangkaaatt.” Teriak papanya.

“ Iyaa, bentaaarrr,,, ni Sarah lagi rebutan kaos kaki ama si Micky, dia telah mempermainkan harga diri Sarah sebagai makhluk Tuhan paling cantik.” Jawab si Sarah ngasal.

“ Macem-macem ajha, punya anak cuma satu macem, tapi kelakuaannya macem-macem, ini pasti gara-gara Mamanya yang sering masakin tempe bacem.” Ledek papanya.

“ Iiicchh, kok papa nyalahin Mama sich, Mama sering masak tempe bacem kan karena punya suami yang asem seperti papa, awas ya, kurang asem!.” Ancam si Mama.

“ Idiiihh, jangan pakek ngancem donk mbok Inem. “ ledek si Papa lagi.

“ Awas nich, beneran Mama tampol pakek botol balsem.” Ancam si Mama.

“ Sudah… sudah, sama-sama Asem dilarang saling mendahului,,, hihi.” Ujar si Sarah mesem , sambil memasang kaos kakinya yang sudah sedikit bolong bagian jempol kiri. Si Sarah jengkel, kalo bukan karena kucing kesayangan sudah tak jadiin daging buat sayur asem. Hiih, seremm!!!.

  • **

Di depan SMP Arjuna Sakti ada pemandangan yang cukup kontras, yaitu bertemunya dua mobil yang menunjukkan perbedaan kasta diantara kedua pemiliknya. Yang satu ber-plat hitam yang satu ber-plat kuning.

Dari mobil ber-plat hitam turun gadis cantik nan bohai, tubuh semampai, mirip cover girl di tabloid Hai. Sementara itu dari mobil ber-plat kuning turun seorang cowok dengan gayanya yang lebayy. Si gadis melempar senyum kepada si cowok yang baru saja turun dari angkot, dan begitu pula si cowok dengan sok manisnya melempar balik senyum penuh arti kepada si gadis. Si gadis pun kembali melempar senyum kepada si cowok dengan penuh arti yang sama. Akhirnya waktu mereka habiskan dengan saling melempar senyum. Dasar gak jelas !.

Si gadis dengan anggunnya memasuki gerbang sekolah, sehingga membuat mata setiap pria yang dilewatinya terpana. Sementara si cowok berjalan bak selebritas dengan dada membusung tatapan lurus kedepan memasuki gerbang sekolah, sehingga membuat mata yang melihat kesel. Ni orang kok gak tau diri banget sich, itulah bisik-bisik yang terdengar dari mulut pemirsa yang menyaksikan gaya si cowok.

“ Ehhh dek, tunggu, mau kemana ?” Tanya si kernet angkot.

“ ya ela, ya mau masuk lah, gimana sich ni bapak !” jawabnya seperti merasa tak bersalah.

“ Hoiii,,, ongkosnya bayar dulu, belum dibayar ini !” kata si kernet jengkel.

“ Huuuuuuuuuu……. !” Sorak para siswa yang dari tadi syirik liat gaya kerennya si Arya.

“ Hihihihi… maaf pak !” Jawab si Arya keki, sambil memberikan uang seribu rupiah.

  • **

Arya muter-muter komplek sekolah bak strikaan, dari raut wajahnya kelihatan mencari sesuatu. Siapa lagi yang dicari kalo bukan kecengannya tercinta si Sarah. Walau baru kelas 3 SMP dan berusia 15 taun tetapi rasa cinta sudah menusuk dalam kedalam hati Arya sedalam laut di samudera Hindia. Huhhh, dasar cinta seperti jaelangkung ajha, datang tak dijemput, pulang pun tak diantar.

Temen-temennya yang ngeliat tampang si Arya yang ling lung membuat mereka gatel pengen nanya lagi nyari apa ntu anak.

“ Woii Yak, lu nyari apaan sich, kok dari tadi kayak strikaan panggang bolak-balik keliling sekolah gak jelas ?” Tanya si Beni temennya.

“ Mbok ya kalo mau Thowaf jangan disekolah, tapi noh, disono, di Arab.” Timpal si Ilham ngasal.

“ Iya, dari pada kita bingung ngeliatin si Arya lagi ling lung, mending kita ke Auditorium Sekolah yuk, liat tim Cheersleder-nya Nesya de ka ka lagi perform !” Ajak si Toni yang memang punya niat terselubung kesono. Maklum karena Nesya kecengan abadinya, saban semester tiap awal terima raport dia langsung nembak si Nesya, dan jawabannya selalu sama “ TIDAK “, tapi dasar ntu anak muka tembok, biar udah ditolak juga tetep ajha maksa pengen diterima. Diem-diem dia memegang semangat dan prinsip pejuang 45, Never Give Up Befor get it !. hihi kasian.

“ Guys, tunggu dulu, lu pada liat si Sarah kagak ?” Tanya si Arya kurang semangat karena capek keliling sekolah.” Gue udah nyari kemana-mana tetep ajha kagak nemu, gue pengen liat mukanya doank sekaliiiii ajha, biar ni hari gue sedikit tenang.” Tambahnya.

“ Diiihhh, busyettt ni anak ampe segitunya sama si Sarah, kalo pulak si Sarah mau diliatin ama elu.” Ledek si Tono.

“ Yeee bacot lu gede Ton, lu sendiri dari tadi narik-narik tangan kita bedua pengen ngeliat si Nesya, padahal kita kan nggak pengen ikutan, ya nggak Ben.” Ujar si Ilham.

“ Sudah-sudah, kalian ini, kita kan mau tamat skul ni, jangan kendurkan urat solider kalian donk, tunjukkin kek Sarah dimana ?”. Ujar si Arya.

“ Gini ajha, sesama pecinta sejati, lu berdua ya, Arya sama elu Ton, pergi dech ke Audit, kita bedua mau makan nich, keburu ilang selera makan kita berdua, gara-gara lu pade, mending minggat. Ni sebagai bukti solider diri gue ama kelompok kita.” Ujar si Benny

“ Iya, si Nesya kan lagi perform tuh kata lu Ton, sementara si Sarah tadi gue liat lagi jaga Stand Kreasi kelas III A.” Tambah si Ilham

Tanpa dikomandoi Arya dan Tono langsung minggat meninggalkan kantin tempat mereka biasa nongkrong, hari itu memang hari terakhir mereka buat nongkrong-nongkrong disekolah, karena sebentar lagi mereka akan memasukin jenjang SMU, itupun kalo mereka lulus. Soalnya dari tampang mereka sangat kurang meyakinkan dech, kecuali tampang Arya sendiri yang cukup meyakinkan.

Si Tono kalo kesekolah paling-paling niat dari rumah baca bismillah cuma supaya bisa memandang wajah si Nesya dengan harapan tembakan episode ini bisa diterima. Sementara si Beni sama Ilham Cuma buat nongkrong di kantin-katin sekolah, biasa kerjaan anak sekolah mah, cari kantin yang banyak jual gorengan, terus mereka nongkrong, gak sadar makan sepuluh gorengan yang dibayar ke mbaknya Cuma dua. Arya lain lagi, dia dari rumah baca bismillah dengan niat…. Ya nggak beda jauh sama temen-temennya, kalo si Arya hanya mengkombinasikan niat-niat temennya. Apaan ? nyilep gorengans ama mantengi si Sarah. hihi

  • **

“ Ton, udah lepasin, gak malu apa lu kita masih ajha gandengan gini, hiihh dikira hombreng ntar “ Ujar si Arya ketika mereka sudah sampai didepan Auditorium.

“ Yey, berarti dari sandang hingga kesindang kita gandengan ya nek?” Tanya si Tono dengan aksen bencis, karena kebetulan dia satu kelompok dengan Sarah dalam tim teater sekolah. “ Duuuh, kok bisa ya akika begitu nyaman gandengan bareng lekong !” Ucap si Tono sambil menyentil dagunya si Arya.

“ Iiiicchh,,,, apaan si lu, sudah sono cari tambatan hati lu, mending juga dia mau. “ perintah si Arya yang rada kesel kalo sudah liat si Tono mengeluarkan acting banci kaleng.

Arya langsung menuju samping Auditorium tempat sentral stand-stand siswa SMP Arjuna Sakti. Dia melihat sebuah Stand yang sangat rapi dan asri, karena Stand itu milik anak kelas III A yang terkenal sebagai kelas unggulan di SMP-nya.

“ Hai Sar, lagi ngapain ?” Tanya si Arya langsung. “ Apa kabar nich ?” tambahnya.

“ Alhamdulillah baek lah, ni lagi nungguin Stand, anak-anak yang lain pada lagi didalem liat tim cheerleader Nesya lagi perform.” Jawab si Sarah.

“ Siapa ?”

“ Rini sama Yanti.” Jawab Sarah.

“ Siapa yang Tanya , hehe.” Ledek si Arya

“ Iiich, Arya basi ahh.“ Rajuk si Sarah, karena abis dikerjain, Arya seneng bener mereka nggak kaku. Sepertinya mereka merasa cocok, karena Arya dan Sarah sama-sama sering dapat Ranking satu dikelas masing-masing. Kalo Sarah Ranking satu di kelas III A, sementara Arya ranking satu dari kelas III E, hihi kelas paling buncit disekolah mereka.

“ Penampilan berikutnya, Paduan Suara yang akan ditampilkan oleh kelompok Ronny dan kawan-kawan “

Panggilan itu membuat Arya bete’, karena sudah seharian nyariin si Sarah, pas ketemu malah harus terpisah lagi. Arya tampak bingung karena pakaian yang awalnya dari rumah tampak rapih perlahan mulai berantakan. Ini semua karena perjuangan mencari si Sarah.

Didepan pintu kaca plus di depan Sarah, Arya keliatan PD dengan kembali bergaya, Sarah yang liat cuma bisa senyum-senyum menyaksikan kelakuan unik temennya, yang sebenernya Sarah juga menaruh hati pada dia. Cuma yang namanya cewek nggak mau terlalu vulgar langsung nembak.

Menurut sebuah hikayat, walau wanita itu punya Sembilan nafsu dan satu akal, tetapi mereka mampu membunuh sembilan nafsunya dengan satu akal, walau mereka naksir seseorang, mereka akan berusaha memendam perasaan itu. Gengsi kali ya ! hihi.

Tapi lain lagi dengan cowok, boleh dech punya sembilan akal satu nafsu, tapi kalo sudah ngeliat cewek bening dikit, akalnya sudah pada dibuang ke tong sampah. Langsung ajha nyosor kayak bebek. Tembak sana-tembak sini, trus kalo cintanya sudah diterima, Sang cewek harus siap-siap diakal-akalin ama si cowok. Uugghh dasar cowok jaman sekarang.

“ Ay… “ Panggil Sarah dengan panggilan diluar kebiasaannya.

“ Bentar ya Sarah, bukan maksud diriku hendak meninggalkan dirimu, tapi mengertilah bahwa diriku sudah dipanggil oleh teman-teman diriku.” Jawab si Arya sok puitis. Emang itu puitis yak ?. hihi.

“ Yeee,,,, PD banget sich, itu lho rambut kamu masih berantakan.” Ujar si Sarah. Gubragghhh. Sambil tersenyum keki si Arya lalu menggunakan sisir tradisional lima jari yang diwariskan secara turun temurun dari nenek moyangnya Charles Darwin Phitecantropus Erectus. Hihi.

“ Iiicchh,,, gak rapih, ni pakek sisir gue aja.” Tawar si Sarah. Si Arya pun pikirannya makin merasa GR, karena Sarah langsung perhatian githu. Arya pun senyum senyum sendiri ketika memasuki ruang belakang pentas. Hati nya begitu berbunga-bunga dan sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kenapa sulit ? karena yang namanya ngelukis ya harus makek tinta plus kuas, bukan pakai kata-kata. Ughh Payah !!…………….

——————————————-
Bersambung………..
akankah Arya menyatakan perasaannya pada Sarah
Kita tunggu kelanjutan ceritanya…

Medadak Gila……. @#$@#$@#@!

Posted by: Dak Do Gawe on: 17 Maret 2009

Hello Dear Diary, dah lama gue nggak curhat ma lo, jangan ngambek ya ? secara gue udah punya mainan baru githu naaahh !!!.

Dear, hari ini gua puas ngakak, ampe guling-guling dikasur malah. Seorang akhwat minjemin gua buku,,, eehh,,,,eehhh tunggu, akhwat bukan ya??? Oiya akhwat, secara diakan makek jubah githu. – STOP !!!, sorry Lik, gue males denger kalo lo ngomongin akhwat !. Eeeehh siapa yang ngomongin akhwat ? Parno’ lu ! gue kan Cuma mikir, die akhwat ato bukan? Itu ajha dodol !

Oke lanjut, gini , lo kan tau ya dear ? tulisan gue selama ini emosi mulu isinya, pengen banget nebas leher-leher yang jadi objek tulisan gue.

Untung gue ketemu FLP. “Akhwat” yang gue certain diatas itu minjemin gue beberapa buku, buat gue belajar nulis cerpen yang baik dan benar. Nah, salah satunya ada penulis yang gue en Gank gue sukai waktu Aliyah, yaitu penulis yang disetiap noveletnya berisi candaan-candaan gokil, teka-teki garing en Pepno dan si Lupus yang kurus kering. Wah, kok gue jadi korting gini yak ? korban tuntutan –ing. – Ah garing lo Lik !.
Boim Lebooooon……….. muach….muacchh, mas Hilman mana yak ?, tapi keren Lo dear, biar Mas Boim sendirian nulisnya, ehh gak dink, Mas Pepno juga ada. Didalam buku yang gue baca ntu Mas Boim Lebaayy ehh Lebon lain banget ma novelette Lupus yang dia garap bareng ma Mas Hilman.

Mas Boim ternyata tau agama juga ya. Hehe garink. Asli gue dah ketinggalan jauh dengan kereta zaman nich. Walau tu kumcer (kumpulan cerita) isinya Islami banget, penuh dengan muatan dakwah islamiyahnya, tapi yang namanya gokil susah ilangnya, ada ajha yang bikin gue ngakak. – idiihh ikhwan kok ngakak ?- emang salah ? gue bukann tipe ikhwan jaim, tampak luar kalem tetapi rupanya makan dalem. Nich gue ada cerita waktu awal-awal gue masuk ke LDK (Rohis Kampus), gue punya temen deket seorang cewek yang pakaiannya akhwat banget. Inget !!! pakaiannya ya !!! ya tau sendirilah kawan deket itu gimana, kedekatan itu tetap susah disembunyikan. Pernah gue minjem HP die buat nge-SMS temen gue, maklum bukan gak modal, tapi pulsa emang sudah cekak banget.

Ketika Hp sudah ditangan gue. Gue mulai beraksi ngerayu temen gue yang jauh disana yang lagi ngambek – egheeemmm,,,, temen apa temen ? kok ada yang ngambek ? – . hihi gue kan pernah melewati masa transisi dear jadi ada temen chatting gue yang ngambek karena gue kagak Online YM seperti yang dijanjikan, die nunggu ampe jamuran, yang ditunggu gak muncul-muncul, karena bakat play boy gue masih ada, yang gue manfaatin buat ngeles sebisanya. Trus sebelum gue nulis ntu SMS, ni Hp berbunyi ada SMS masuk. Karena sifat usil gue blom ilang, langsung ajha gue baca tuh SMS, isinya ;

“ af1 ya dx, jgn putus asa gt donk, kk gax mksud gt, adx yg sbar ya. Kk syg adx “

Huhuuiii…. Mau donk dipanggil adexx, trus jahil gue makin jadi, gue baca ajha semua SMS-nya,,,, iiicchh norak semua kata-katanya. Karena gua penasaran, kok bahasanya sama seperti bahasa kalangan anak-anak rohis, ada kata “afwan, syukron, de el el dah”. Gue check ajha di Hp gue nomor itu. Busyyyeeettt kagetk bukan kepalang gue, ternyata dari seorang ikhwan senior yang klo gue lihat sehari-hari begitu kalem plus pendiem tapi ternyata makan dalem. Gara-gara peristiwa itu hampis ajha gue memproklamirkan pacaran Islami… hahahaha ,,, blepaaakkk. Masuk kerumah pacar bilang “ Assalamu’alaykum “, pegang tangan baca “ Bismillah “, ba’da kissing “ Astghfirullah “,,, hihih, kayak githu kali ya pacaran islami itu ^_^.

Gue sich mafhum sama tuh akhwat junior – temen deket gue – kita kan masih baru, Tarbiyah kita belum mateng, mentoring ajha males-malesan dulunya, karena kebetulan dulu gue dapat murobbi yang suka NGOMPOL ((klo liqo’ selalu ajha ngomongin politik). Kasus temen gue ini, mungkin si ikhwannya ajha kali yang TP-TP plus CP-CP, hati akhwat itukan lembut selembut salju – halah –, dikasih perhatian sedikit langsung ajha VMJ.exe langsung aktif membakar hardisk hati.

Gue dulu pernah nampil nasyid, ba’da acara banyak banget fans gelap yang ngirim SMS. Mereka bilang suara gue keren, gaya gue keren, penampilan nasyidnya keren, dan tampang gue juga keren. Tapi yang terakhir gue marah, tampang gue pas-pasan kok dibilang kerena, itukan fitnah namanya. Ughh sebell. – Alhamdulillah malik sudah sadar –. Mau gue terusin nggak cerita tentang si ikhwan yang menjerat ntu akhwat ? ogah ahh ghibah !. ya udah gini ajha gue pesen buat semua para akhwat, ati-ati ajha terhadap ikhwan yang sok perhatian, jaga hati mu ya buat Malik seorang. Gubraaggghhh !

Oke dech lanjut tentang ntu buku. Disebuah cerita yang berjudul “ The Color Rock Back “ yang berisi tentang pertualangan lucu dan unik beberapa orang sahabat dimasa-masa sekolah, ngingetin gue ma muka-muka culun temen-temen gue. Ole’ (Effendi), Iwan (Ridhwan) dan Hendra,,, hihihi, dikelompok kami ini ada sesuatu yang special, karena 2 “malaykat” ikut join juga, yang satunya Malik yang satunya Ridhwan. Tapi bedanya mereka bertiga suka banget deketin yang namanya Malik, apalagi coba kalau bukan buat nyontek,,, hihihi. Tapi gue ikhlas bro karena gue sayang kalian. hiKsss, kemana sich lu pade sekarang ?
Ole’ orang yang kurus kering dan Imut, Item Mutlak, yang kalau becanda selalu garink, tapi lumayan buat hiburan cing.

Iwan yang kalau ngelucu pasti nggak lucu, tapi itulah yang bikin lucu. Menurut cerita orang tuanya yang saat itu selalu bersama kami sebenernya buka bayinya Iwan, tetapi kulit ari nya, dulu ortunya salah kubur. Hehe. Jangan percaya boonk tuh !.

Trus ada Hendra yang kalo nembak cewek selalu ditolak, nasib Boim dan Gusur di novelette Lupus bener-bener tertular pada si Hendra. Sekalian gue minta maaf, karena cewek yang die tembak, malah nembak gue. Iiicchh bayangin perasaan Hendra pasti sesek banget ya. Untunglah persahabatan lebih kami utamakan ^_*.

Sementara gue, siswa kesayangan para guru plus ketua yayasan. Dari pertengahan kelas satu, setelah pindahan dari “Pejara Suci” disebrang kota Jambi, gue selalu peringkat Saturday. Belum lagi menurut para temen-temen, gue ntu anaknya baik hati, baik budi, rajin mengaji, rajin menabung dan tentunya tidak sombong. Pujaan para adik kelas terutama kaum hawanya , huhuii… bakat Pla Boy pun sulit dihindari karena kata Bang Napi “ Kejahatan itu bukan karena ada niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan “. Pesen Bang Napi pun diplesetkan oleh para suami hidung belang menjadi “ Perselingkuhan bukan karena ada niat pelakunya, tetapi karena ada kesempatan “. Hihihi yang salah si Suami apa si Penggoda ya ???. haaahh.. gue kangen ma mereka semua. Pada bagian kurcem yang berjudul “ The Color Rock Back “ dada gue sedikit sesek, karena gue ternyata tidak bisa memberi hal positif untuk mereka. Gue gak bisa bawa mereka pada Manhaj Islam yang kaffah. Karena dulu gue juga masih masa transisi. Dan secara hijrah inipun baru 4 tahun. Hope them get the best. Amiin.

“Lik ! udah ya, Diary capek nich dengerin kamu ngoceh ajha.” Eehhh tunggu dulu, gue mau certain cewek nich. “ cerita ajha sendiri, gw ngantuk mau istirahat !” oke-oke, teka teki ajha ya !
Hitam, kuning, hijau, apa hayoo ?
Ahh basiii … Malik be’ol diatas rumput
Woiii asem lu, kok gue sich !
Zzz…. Zzzz… Zzzz… zz…zz..zzzz….zzzz

Romantisme, isme apa ini ?

Posted by: Dak Do Gawe on: 15 Maret 2009

Adakah isme-isme yang tidak mengganggu perjalanan dakwah ? penulis mengawali artikel ini dengan pertanyaan yang terkesan absurd.
Dakwah adalah sesuatu yang seyogyanya kita maknakan secara universal yaitu tidak dimonopoli oleh satu golongan tertentu (tarbiyah, tabligh, salafy). Selagi ia masih berpegang pada Qur’an dan Sunnah maka ia adalah bagian dari kita.
Ada berbagai isme yang bisa menganggu ke¬-universalitas-an Islam dan dakwahnya, yaitu Nasionalisme. Isu itu telah membuat dakwah Islam menjadi tersekat-sekat oleh territorial semata. Sehingga nilai-nilai Islam dan dakwahnya yang Rahmatan lil ‘alamin hanya tinggal jargon semata. Dan masih banyak isme-isme lainnya yang bisa menganggu dakwah Islam.
Lalu bagaimana dengan isme yang satu ini ? Romantisme. Isme apa ini ? apakah ia akan menganggu ideologi, bila faham ini kita jadikan sebuah “manhaj” baru dikalangan para aktivis dakwah. Menanamkan suasana hubungan yang romantis dikalangan aktivis adalah sebuah pekerjaan yang mudah – Idealisnya – , tetapi terkadang juga berat untuk dilakukan. Terutama dikalangan ikhwan, sekedar menanyakan “kabar” saudaranya saja berat apalagi untuk menjenguknya (baca: Silaturahim).
Coba perhatikan – jangan dalem-dalem, ya -, bagaimana saudari-saudari kita akhwat membangun suasana romantis dikalangan mereka. Tradisi semut tidak mereka mereka tinggalkan. Ketika bertemu maupun berpisah dengan sesamanya, yang namanya cipika-cipiki tidak pernah absen. Jarang sekali dikalangan ikhwan hal ini terjadi. Lembut ketika bicara dengan akhwat, kerasnya nggak ketulungan ketika bicara dengan sesama ikhwan, bener-bener diskriminasi perasaan nich.
Lalu bisakah Ikhwan dan Akhwat membangun suasana romantis pula ?. tentu bisa dan sangat bisa. Cukup kirim SMS cinta, tanyakan kabar ketika sedang dipisahkan oleh jarak. Jangan pernah malu, karena hal ini wajib dilakukan oleh Ikhwan dan Akhwat, alasannya kenapa?, karena selain menambah ghiroh dalam berdakwah, juga untuk membangun chemistry yang semakin mendalam diantara ikhwan dan akhwat tersebut. Karena mustahil ikhwan dan akhwat yang telah disatukan didalam tali pernikahan tidak melakukan hal demikian. Hiduplah dalam indahnya Romantisme. Selamat beromantis ria. Bersabarlah karena didepan sana, ada seseorang yang dipersiapkan oleh Allah Swt untuk kita. Amiin. ^_^

“Macet”

Posted by: Dak Do Gawe on: 11 Maret 2009

“Macet”

Sejuknya tetesan embun pagi
Segala makhluk bersiap diri memulai langkah baru
Didepan ada begitu banyak tantangan
Jauh…. Jauh disana….

Aku tak bisa melangkah
Aku tak bisa berkarya
Aku tak bisa memulai
Semua diam dan bisu

Ingin diri seperti yang lain
SIAP….menghadapi tantangan
Tapi……
Aku bingung harus “berbuat” apa
Selain berteriak….
Aaaaahhh….. “Macet”

[^Sulthan_MaLiK^]

[Puisi Nich]…. Jiwa

Posted by: Dak Do Gawe on: 11 Maret 2009

Duduk termenung
Entah kemana fikiran ini terbang
Dosa telah menghiasi hidup
Hingga kesadaran tak kunjung datang

Lemah tak berdaya
Menahan gejolak yang mendera
Dosa yang telah membudaya
Apa daya….
jiwa lemah tak berdaya
——————————————————————
Tuhan….
Ingin aku pergi tinggalkan dunia
Karena ku tak sanggup melihat apa yang aku lihat
Aku tak sanggup membawa apa yang aku bawa
Aku lemah Tuhan…
——————————————————————–
Takut
Kekasih…
Aku takut kau semakin menjauh
Ditengah kemunafikan jiwa yang semakin menyala
Rasa cinta penuh kepalsuan telah tersemai
Namun, cinta-Mu terus menyala
Jiwa hampa, kosong, jauh dari pesona
Pesona rahmat jua hidaya
Na’udzubillah…

 

Januari 2012
R K J S M S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Komentar Terakhir

Dak Do Gawe on Ukhuwah dan Kepedulian
wahyu ridwan hidayat… on Our Palestine
siti noer k on Our Palestine
Orang Tak Dikenal on Cewek Seksi = Indah = Allah Su…
lusi on Ukhuwah dan Kepedulian

Lembaran “Scraps”

Yang Ngintip

  • 1,514 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.